1. Taman Sakura Kebun Raya Cibodas - Sakura Jepang
Kalau mau hanami nggak perlu jauh-jauh ke Tokyo. Sebab
Indonesia juga punya pemandangan bunga sakura yang tak kalah indah dari negeri
matahari terbit. Cukup mampir ke taman sakura yang ada di Kebun Raya Cibodas.
Kebun Raya Cibodas berlokasi di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango,
Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Tarif tiket masuk ke tempat
ini sangat terjangkau, tak sampai Rp 10.000,-. Dengan membayar jumlah segitu
saja kita sudah bisa menikmati keindahan empat jenis bunga sakura.
Harap diingat, bunga sakura di sini mekar musiman. Sama
seperti di Jepang, biasanya cuma beberapa hari. Kalaupun sudah terlanjur
melewatkan mekarnya sakura, Kebun Raya Cibodas punya banyak spot keren lain
yang bisa dipakai sebagai lokasi foto.
Selain menikmati keindahan sakura dan selfie, pengunjung juga
bisa menyegarkan paru-paru dengan sejuknya udara di sana. Bagi para penggila
tanaman atau yang hobi berkebun, kebun raya inijugamenjualtanaman hias. Domino Online
2. Kondang
Buntung - Sungai Amazon
Kabupaten Malang punya satu tempat wisata yang bakal bikin traveler merasa seperti sedang menjelajahi Sungai Amazon. Namanya adalah Kondang Buntung dan berlokasi di Sumbermanjing Wetan.
Kondang Buntung sebenarnya merupakan salah satu pantai yang
baru dikomersilkan di kawasan Malang selatan. Walaupun termasuk kawasan pantai
selatan, di sana ada sebuah teluk dengan air jernih yang cukup dangkal dan
tenang. Di sekitarnya terdapat pepohonan bakau yang lebat. Jika diperhatikan
sekilas tampak seperti Sungai Amazon.
Dengan menyewa sampan seharga Rp 50.000,-, wisatawan sudah
bisa menjelajah teluk tersebut. Tentunya semakin menghidupkan suasana Amazon.
Tetapi disarankan untuk datang ke Kondang Buntung pada pagi hari. Pada siang
hari, air laut sudah surut dan teluk mengering sampai pasang tibakembali.
3. Candi Sukuh - El Castillo Chichen Itza
Struktur yang jadi latar belakang dalam foto di atas mirip
dengan Chichen Itza, bukan? Ini adalah Candi Sukuh yang ada di Karanganyar,
Jawa Tengah. Arsitekturnya memang mirip dengan reruntuhan peninggalan bangsa
Maya yang ada di Meksiko itu.
Candi Sukuh tergolong unik, karena tidak seperti candi Hindu
lainnya, struktur yang satu ini lebih mirip dengan piramida berundak yang jadi
ciri khas peradaban kuno di Amerika dan Mesir. Selain itu candi ini juga
dianggap memiliki unsur erotis yang kental. Pasalnya terdapat beberapa patung
dengan bentuk kemaluan yang sangat kentara di sana.
Kompleks Candi Sukuh bisa dijelajahi dengan membayar tiket Rp
7.000,-. Benar-benar terjangkau, kan?
4. Masjid Agung Jateng - Masjid Nabawi
Majid Nabawi yang ada di Madinah kondang di seluruh dunia
karena arsitekturnya yang luar biasa. Masjid megah ini memiliki ciri khas
berupa 27 kanopi raksasa yang bisa dibuka tutup seperti payung. Majid Agung
Jawa Tengah yang jadi kebanggaan warga Semarang juga memilikinya.
Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 10 hektar ini
berlokasi di Jalan Gajah Raya. Walaupun desain arsitekturnya memadukan gaya
Arab, Romawi, dan Jawa, banyak orang yang menyebutnya mirip dengan Masjid
Nabawi. Apalagi dengan keberadaan 6 kanopi raksasa yang berada di pelataran
masjid.
Masjid Agung Jawa Tengah merupakan salah satu tempat wisata
religi yang wajib dikunjungi di Semarang. Sebagai tempat beribadah maupun
sekadar lokasi foto pun sah-sah saja. Cuma perlu bayar biaya parkir, kok.
5. Lembah Harau - Korea Selatan di musim gugur
Foto di atas mirip dengan Korea Selatan di musim gugur, kan? Padahal foto ini diabadikan di Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Dengan latar belakang dua rumah gadang dan sebatang pohon kering, kita bisa bikin foto yang senuansa dengan drama Korea.
Terlepas dari spot foto ala Korea-nya, Lembah Harau sendiri
bisa dikatakan sebagai primadona wisata di tanah Minang. Tebing-tebing raksasa
yang melatari sawah hijau di sana sering dibanding-bandingkan dengan
Lauterbrunnen yang ada di Swiss.
6. Taman Alam Lumbini Berastagi - Pagoda Shwedagon Myanmar
Bercita-cita menyentuh dinding pagoda emas Shwedagon yang ada
di Myanmar? Kunjungi dulu versi mininya yang ada di Berastagi. Tepatnya di
Taman Alam Lumbini yang masuk kawasan Barus Jahe, Kabupaten Karo.
Struktur setinggi 46,8 meter ini termasuk pagoda tertinggi di
Indonesia. Sengaja dibangun sebagai replika Shwedagon yang jadi kebanggaan kota
Yangoon. Selain itu, kita tidak akan dikenakan tarif masuk untuk mengunjunginya.
Shwedagon di Taman Alam Lumbini merupakan tempat ibadah asli.
Jadi ketika sedang digunakan untuk beribadah oleh umat Buddha, pengunjung tidak
bisa memasuki bagian dalamnya. Agen Domino
7. Small World Purwokerto - Menara Eiffel
Indonesia punya sederet miniatur Menara Eiffel yang tersohor itu. Meskipun ukurannya jauh dari bangunan asli di Paris, Eiffel mini saja tentunya sudah cukup untuk memeriahkan Instagram dengan foto wisata ala-ala Eropa.
Salah satu miniatur Eiffel paling Instagram-able adalah yang
berlokasi di Small World Purwokerto. Taman wisata ini memang sengaja
menghadirkan replika landmark terkenal di berbagai negara. Selain menara
Eiffel, ada pula Menara Pisa, Merlion, dan rumah-rumah adat dari seluruh daerah
di Indonesia. Tak beda jauh dengan Taman Mini Indonesia Indah yang ada di
Jakarta.
Selain Small World, Eiffel KW juga bisa ditemui di Merapi
Park Yogyakarta dan hutan pinus Punti Kayu Palembang.
8. Zona Istana Buckingham Museum Angkut - Buckingham Palace
Pasti kamu sudah tak asing lagi dengan Museum Angkut yang ada
di Batu, Malang. Tempat ini menawarkan wisata edukasi bertema otomotif,
menampilkan kendaraan dari berbagai jenis dan teknologi.
Selain itu, Museum Angkut juga memiliki sejumlah zona yang
akan membawa pengunjung ke berbagai tempat di seluruh dunia. Mulai dari
gangster town di Amerika Serikat, Zona Eropa, Zona Sunda Kelapa Dan Batavia,
Las Vegas, dan pasar apung yang jadi ciri khas Kalimatan.
Di samping semua zona itu, masih ada zona Istana Buckingham
yang menampilkan miniatur Buckingham Palace, kediaman Ratu Elizabeth dan keluarga
Windsor. Cukup mirip dengan aslinya, kok. Apalagi dilengkapi dengan taman bunga
dan air mancur yang cantik pula.
Pasar terapung merupakan salah satu daya tarik wisata di kota
Bangkok, Thailand. Tempat sejenis juga bisa ditemukan di Kamboja dan Vietnam.
Sementara di Indonesia pasar seperti ini hanya lazim ditemui di Kalimantan dan
Sumatera Utara.
9. Pasar terapung Lok Baintan - Pasar Terapung Damnen Saduak
Thailand
Pasar Terapung di Lok Baintan, Banjar, Kalimantan Selatan
merupakan salah satu pasar terapung yang masih sangat aktif. Berbeda dengan
Muara Kuin yang sudah semakin sepi pedagang. Ini termasuk salah satu atraksi
wisata yang wajib dicoba, sebab belum tentu kita masih bisa melihatnya lagi
dalam sepuluh tahun ke depan.
Pasar ini mulai beroperasi pada pukul 6 pagi. Tak cuma sayur
mayur dan buah, kita juga bisa membeli berbagai jajanan tradisional atau
hidangan sarapan di atas perahu. Jam 9 pagi biasanya pasar sudah bubar.
10. Telaga Rambut Monte - Kaminoko-ike
Tak perlu jauh-jauh ke Jepang kalau ingin menikmati keindahan
Kaminoko- ike, kolam biru para dewa. Sebab Blitar, Jawa Timur juga memiliki
objek wisata yang mirip. Namanya Telaga Rambut Monte.
Rambut Monte terletak di Desa Krisik, Gandusari. Menurut
legenda, telaga ini tercipta berkat kesaktian Mbah Monte. Kalau Kaminoko Ike disebut
kolam dewa, maka Rambut Monte dipenuhi ikan-ikan dewa. Ikan sangkring berwarna
hitam yang tak boleh ditangkap ini konon adalah jelmaan dewa yang dikutuk oleh
Mbah Monte.
Telaga Samares di Papua juga memiliki kondisi alam yang
mirip. Tetapi bagi yang tinggal di Pulau Jawa dan sekitarnya, Telaga Rambut
Monte pasti lebih mudah dan murah untuk dijangkau.
11. Janjang Koto Gadang Bukittinggi - Great Wall of China
Rasanya tidak mengherankan jika Janjang Koto Gadang
disebut-sebut sebagai Great Wall-nya Bukittinggi. Soalnya tempat ini memang
mirip dengan tembok raksasa yang ada di China.
Beralamat di Kayu Kubu, Mandiangin Koto Selayan, Janjang Koto
Gadang menawarkan wisata tembok besar yang mengular hingga ke puncak bukit. Di
sekelilingnya terdapat hutan dan tebing yang cukup curam. Pemandangan
sekitarnya cukup menyejukkan mata. Dan pastinya mencapai puncak tembok ini
tidak akan semelelahkan menyusuri Great Wall. Pasalnya panjang Janjang Koto
Gadang cuma 1,5 kilometer. Tetapi tetap bikin energi terkuras bagi yang tak
terbiasa berjalan kaki.
Janjang Koto Gadang bisa dikunjungi tanpa membayar tiket
masuk. Hanya dipungut biaya untuk parkir. Nilai plusnya, kita juga bisa
menikmati pemandangan Ngarai Sianok yang memesona sembari trekking. Poker Online Terpercaya
12. Istana Anak Taman Mini Indonesia Indah - Cinderella
Castle, Disneyland
Istana Anak termasuk salah satu zona yang jadi atraksi wisata
di Taman Mini Indonesia Indah. Tempat ini sebenarnya berfungsi sebagai museum
permainan tradisional, wayang, dan berbagai dongeng nusantara. Jika diperhatikan
memiliki banyak kemiripan dengan Cinderella Castle yang berdiri megah di
Disneyland. Berbeda warna memang, tetapi cukuplah untuk selfie cantik ala putri
dongeng.
Biaya masuk ke Istana Anak cuma Rp 10.000,-. Di sini
anak-anak juga bisa foto bareng badut yang ada di sana. Tetapi jangan heran
kalau 'ditodong' beberapa ribu rupiah setelah berfoto.
13. Simpang Lima Gumul Kediri - Arc de Triomphe
Belum bisa mampir ke Paris dan foto berlatar Arc de Triomphe?
Kalau begitu silakan main ke Kediri dan puas-puasin foto di monumen Simpang
Lima Gumul yang persis Arc de Triomphe.
Monumen Simpang Lima Gumul berlokasi di Jalan Erlangga,
Tugurejo. Bisa diakses melalui tiga jalur bawah tanah. Sementara bangunannya
sendiri terdiri dari auditorium, ruang serba guna, ruang diorama, dan toko
suvenir. Main ke kota Kediri belum terasa lengkap kalau belum main ke sini.
Untuk berwisata ke Simpang Lima Gumul, kita tak perlu
membayar tiket masuk. Hanya perlu membayar biaya parkir.
14. Pulo Cinta - Bora-Bora
Pulo Cinta disebut-sebut sebagai Maldive-nya Gorontalo.
Kondisi alamnya memang mirip dengan pantai tropis di Maladewa atau Bora-Bora.
Sebenarnya, tempat ini adalah resor eksklusif yang mengusung konsep
natural. Pulau mungil ini termasuk wilayah Desa Patoameme, Kabupaten Boalemo.
Resornya sendiri terletak di antara gugusan pulau tak berpenghuni Teluk Tomini.
Wisatawan bisa menginap di salah satu cottage yang
mengelilingi Pulo Cinta. Kelestarian alam di sini masih sangat terjaga. Alam
sekitarnya saja sudah indah, dengan hutan permai dan pantai jernih yang kaya
akan keanekaragaman hayati. Cocok untuk liburan romantis atau bulan madu.
Pulo Cinta memang tidak seterjangkau tempat-tempat lain yang
disebutkan di artikel ini. Setidaknya dibutuhkan biaya Rp 3,5 juta sampai Rp 5
juta untuk villa bagi dua orang. Belum biaya terbang ke Gorontalo. Tetapi harga
tersebut sudah termasuk fasilitas antar jemput bandara - Pulo Cinta, kok. Jadi
bisalah sisihkan gaji untuk menabung selama beberapa bulan agar bisa main ke
sini.
15. Gua Jomblang - Stephen's Gap
Gua yang terletak di Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta ini
termasuk jenis gua vertikal. Gua vertikal paling indah di Indonesia pula.
Menjelajahinya memang tidak bisa dengan trekking atau hiking, tetapi
pemandangan di dalamnya benar-benar sepadan dengan energi yang harus
dikeluarkan untuk mencapainya.
Gua Jomblang merupakan hutan purba dengan kondisi alam yang
menakjubkan. Tak beda jauh dengan Stephen's Gap di mana kita bisa menikmati
pancaran 'cahaya surga' dari atas bebatuannya.
Untuk yang sudah memiliki peralatan untuk caving dan ingin
mengeksplorasi sendiri, cuma butuh izin resmi dari kepala desa setempat. Tetapi
bagi yang masih belum berpengalaman, silakan memilih paket tur lengkap yang
biasanya dibanderol dengan harga mulai Rp 900.000,- untuk dua orang. Harga
bervariasi sesuai dengan fasilitas yang didapatkan.
Itulah spot keren dan ramah kantong di Indonesia yang mirip
dengan luar negeri. Dari lokasi-lokasi tersebut, mana yang sudah pernah kamu
jadikan tempat berfoto?















Tidak ada komentar:
Posting Komentar