Aksi unjuk kebolehan Kopassus di Jakarta saat parade
perpisahan melepas kepergian Menhan AS Jim Mattis ke Vietnam
Hanya mereka yang memenuhi syarat yang dapat menjadi anggota
militer suatu negara.
Hal itu wajar, mengingat tanggungjawab militer yang begitu
besar, yakni untuk melindungi dan mempertahankan kedaulatan negara.
Salah satu cara yang dilakukan oleh militer untuk menjaring
individu yang terbaik adalah dengan menetapkan prosedur latihan dan seleksi
yang ketat serta menantang -- dari segi fisik dan mental.
Dari berbagai contoh, berikut 7 latihan atau seleksi militer paling
gila di seluruh dunia, seperti Liputan6.com kutip dari KickassFacts (9/3/2018).
7. 'Jalan Menuju Surga' Marinir Taiwan
Marinir Taiwan (Wikimedia Commons)
Tes 'jalan menuju surga' adalah tahap akhir dari Program
Pelatihan Pasukan Amfibi Korps Marinir Taiwan.
Uji ketahanan fisik dan mental itu merupakan ujung dari
rangkaian pelatihan program intensif yang berjalan selama 9 pekan.
Seperti dikutip dari KickassFacts, tes itu mengharuskan
peserta program untuk merayap di atas jalur berbatu dan berkarang sepanjang 45
meter -- menyimulasikan skenario penyerbuan di pesisir pantai.
Tak hanya menguji ketahanan fisik, tes itu juga dilakukan
sebagai bentuk uji ketahanan mental. Karena, peserta melakukan tes tersebut
setelah 4 hari tanpa tidur.
6. 'Tembok Api' Pasukan Khusus Belarus
Tentara Belarus (Wikimedia Commons)
Salah satu proses latihan dan seleksi yang dilakukan oleh
tentara Belarus untuk tergabung menjadi anggota Special Unit (Pasukan Khusus)
adalah melakukan lari halang-rintang sejauh 10 Km.
Tes itu merupakan rangkaian dari paket program tes demi
menguji ketahanan fisik para calon anggota Special Unit.
Salah satu rintangan yang harus dilalui oleh para calon
anggota dalam tes tersebut adalah memanjat tembok yang diselimuti bara api.
Tidak alat bantu ekstra -- terkecuali yang sudah disediakan
oleh panitia -- yang dikenakan para calon anggota dalam melakukan tes itu, yang
justru semakin menambah kesulitan uji coba tersebut.
Oh ya, sebelum melakukan tes panjat tembok api tersebut, para
calon anggota telah terlebih dahulu melewati beragam halang rintang sulit yang
menguji kapabilitas fisik.
Dan, di garis akhir, para calon anggota juga langsung
melakukan simulasi close-quarter combat atau pertarungan jarak dekat.
5. Minum Darah Ular
Minum Darah Kobra, Cara Militer Thailand dan AS Belajar
Bertahan Hidup di Hutan
Anggota Marinir AS meminum darah ular kobra saat latihan
militer gabungan Cobra Gold antara militer AS dan Thailand di Chonburi,
Thailand . Saat latihan para marinir meminum darah kobra untuk bertahan hidup.
Seperti dikutip dari KickassFacts, salah satu program latihan
baru yang wajib dilakukan oleh para anggota Korps Marinir AS (USMC) adalah
meminum darah ular.
Kabarnya, latihan itu terinspirasi oleh format uji mental dan
teknik bertahan hidup dari militer negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara Tenggara, seperti
Indonesia, Thailand, Jepang, dan Filipina.
Aksi Kopassus minum darah ular saat parade perpisahan melepas
kepergian Menhan AS Jim Mattis ke Vietnam di Jakarta
Bagi Korps Marinir AS, tujuan latihan itu tetap sama, yakni
menguatkan mental para 'the Devil's Dogs' -- julukan USMC -- dan teknik
bertahan hidup dalam skenario pertempuran gerilya di hutan belantara
(guerilla-jungle warfare).
Kini, tes itu rutin mereka lakukan jika tengah berlatih bersama
dengan militer dari negara-negara Asia Timur-Tenggara.
Oh ya, dikabarkan, Menteri Pertahanan AS James Mattis -- yang
merupakan Jenderal Purnawirawan USMC -- suka dengan teknik latihan semacam itu.
Pada kunjungannya ke Jakarta pada Januari 2018 lalu, personel
Komando Pasukan Khusus TNI-AD menyuguhkan simulasi tes membunuh dan meminum
darah ular sebagai seremoni perpisahan Mattis yang hendak bertolak dari Tanah
Air ke Vietnam.
Melihat aksi para Kopassus, Jim 'the Mad Dog' Mattis kagum.
Menhan AS Jim Mattis menikmati aksi pertunjukkan para
Kopassus saat parade militer di Jakarta
"Ularnya! Kalian lihat cara mereka membuat ular-ular itu
lelah dan mereka memutar-mutar ular itu," kata Mattis kepada reporter
Reuters di Jakarta, seperti dikutip dari media AS, The Drive (25/1/2018).
Melanjutkan komentarnya terhadap aksi para prajurit Kopassus
tersebut, Jim Mattis mengatakan, "Kalian bisa bayangkan latihan para
individu tersebut sehingga mereka bisa melakukan aksi itu. Ketika Anda melihat
pasukan melakukan banyak hal kecil seperti itu dengan sempurna, bayangkan
mereka melakukan hal besar bersama-sama."
4. Menembak Dada Sesama Rekan dengan Peluru Tajam
Ilustrasi tentara Rusia (AP)
Seperti dikutip dari KickassFacts, Pasukan Khusus Rusia
melakukan tes gila yang mengancam nyawa itu demi menguji mental dan kapabilitas
tempur dalam jarak dekat (Close-quarter combat).
Skenarionya, dua personel saling berhadap-hadapan dalam jarak
yang cukup berdekatan. Mereka dipersenjatai dengan sebuah pistol berpeluru
tajam. Tubuh mereka dilindungi dengan sebuah rompi kevlar anti-peluru.
Ketika diperintahkan oleh instruktur, keduanya mulai beradu
cepat menembak satu sama lain di dada atau tepat di area tubuh yang dilindungi
kevlar.
Dan skenario itu dilakukan berkali-kali.
Bahkan, dalam satu skenario, masing-masing di antara mereka
diminta untuk terus saling tembak-menembak hingga diperintahkan berhenti.
Gagasan di balik latihan itu adalah menguatkan mental para
pasukan jika terkena peluru dalam baku tembak. Latihan itu juga dilakukan demi
mempersiapkan para personel agar tetap mampu melakukan counter-attack di tengah
hujan peluru musuh.
3. Cold Water Conditioning, US Navy SEAL
Personel Navy SEALs jelang Operation Red Wings (US Navy
SEALs/Wikimedia Commons)
Sebagai unit pasukan khusus Angkatan Laut AS, salah satu
medan pertempuran 'wajib' yang harus dikuasasi oleh para personel US Navy SEALs
adalah perairan.
Maka, salah satu cara agar para 'operator' siap dalam
skenario pertempuran semacam itu adalah dengan lolos program "Cold Water
Conditioning".
Pertama-tama para personel berpakaian lengkap disiram oleh
lumpur kental. Setelah itu mereka diminta untuk berenang di perairan dalam
dengan tangan dan kaki terikat.
Sesuai instruksi, mereka diminta untuk menyelam dan naik ke
permukaan air, berenang dari ujung ke ujung, dan melakukan serangkaian manuver
sebanyak puluhan kali.
Pada salah satu skenario, mereka juga diminta untuk menyelam
dan menyelesaikan sebuah 'misi' di dasar air -- seperti mengambil benda dan lain-lain.
Misi itu mereka lakukan tetap dalam kondisi tangan dan kaki yang terikat.
Oh ya, terkadang, instruktor juga menembakan peluru tajam
secara acak ke air sekitar peserta latihan -- demi menyimulasikan kondisi
pertempuran nyata.
Tujuan latihan itu adalah menguji ketahanan fisik dan mental.
2. The Sludge Run, British Royal Marines
Dapatkah Anda menemukan 12 Tentara Inggris dalam foto ini?
(Facebook/The Army in London)
Sejatinya, tes itu sama seperti lari halang-rintang pada
umumnya. Namun, semua itu dilakukan di pasir laut berlumpur yang tebal, dalam,
kental, dan berbau amis busuk.
Mereka harus mencapai garis akhir dalam waktu maksimal 45
menit.
Di tengah proses itu, instruktor terkadang memberi tugas
ekstra mendadak pada mereka berupa push-up dan merangkak.
1. 'Kentang Panas', Tentara Pembebasan Rakyat China
Kejadian Unik Saat Upacara 20 Tahun Hong Kong
Seorang tentara mengusap wajahnya saat mengikuti upacara
peringatan 20 tahun serah terima Hong Kong dari pemerintah Inggris ke China, di
Hong Kong
Meski dikemas dalam bentuk permainan beregu, latihan ini
justru dinilai yang paling gila.
Awalnya, instruktor meminta tentara membentuk satu regu yang
terdiri dari 3 - 5 orang dan membentuk lingkaran.
Kemudian instruktor memberikan sebuah granat kepada salah
satu anggota regu.
Ketika diperintahkan untuk mulai, tentara yang memegang granat
segera melepas pin pengaman peledak itu.
Permainan pun berjalan dengan saling oper-mengoper granat
hidup tersebut ke masing-masing anggota regu. Prosesnya dilakukan dengan cepat,
seakan memegang sebuah kentang rebus panas yang baru diangkat dari panci.
Karena sebuah granat membutuhkan waktu beberapa detik sebelum
meledak, maka oper-mengoper itu bisa berlangsung beberapa kali.
Ketika dirasa akan meledak, orang terakhir yang memegang
granat harus cekatan melempar granat itu ke lubang yang telah disiapkan
sebelumnya.
Pada saat yang bersamaan, seluruh anggota regu pun harus
segera melakukan manuver berlindung untuk menyelamatkan diri dari ledakan
granat.
Gila bukan?
Kabarnya, latihan itu dilakukan untuk menguji kesigapan,
fokus, dan mental para tentara.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar