Ada salah satu Festival keagamaan dan ritual yang unik di
Negara Haiti, Afrika. dimana setiap tahunnya di sebuah air terjun yang disebut
sebagai Saut-d'Eau, ribuan orang berbondong-bondong untuk datang ke festival
voodoo dan keagamaan untuk melakukan ritual pembersihan.
Festival yang berlangsung pada 14-16 Juli ini merupakan
festival mandi bersama yang dilakukan oleh laki-laki dan juga perempuan di
sebuah air terjun Saut-d'Eau.
Uniknya lagi mereka yang mandi baik itu laki-laki atau
perempuan tidak sungkan-sungkan ber-bugil ria di hadapan ribuan orang yang
mandi disana. Domino Online
image via youtube.com
Tidak hanya mandi bersama mereka juga memanjatkan doa khusus
kepada roh-roh untuk memberikan mereka masa depan yang baik serta meringankan
segala penderitaan mereka.
Air Terjun Saut-d'Eau terletak di atas sebuah bukit di pusat
kota Haiti, dan ritual tahunan ini merupakan ritual rutin yang telah mereka
lakukan lebih dari 200 tahun yang lalu.
Di tempat ini tepatnya pada tahun 1847, di yakini oleh
seorang praktisi Katolik dan Voodoo bahwa Perawan Maria dari Gunung Karmel
muncul di sebuah pohon palem di sana, sama kasusnya seperti penampakan Perawan
dari Guadalope di Meksiko.
Takut akan adanya tahayul maka pohon tersebut kemudian di
tebang, namun tetap saja pohon tersebut menjadi tempat jiarah yang cukup
penting di Haiti.
Photo by Alice Speri
Voodoo di Haiti tetap merupakan suatu agama yang resmi di
Negara ini, dan di perkirakan lebih dari setengah penduduk Haiti masih memeluk
agama Voodoo, namun ada juga dari kalangan masyarakat disana yang telah
menganut agama Katolik, dan biasanya mereka masih mencampurkan adat dan tradisi
dari Katolik dan juga Voodoo.
Negara Haiti pernah di hancurkan oleh gempa yang cukup
dahsyat, dimana gempa tersebut telah menewaskan lebih dari 250.000 orang, serta
1,5 juta orang kehilangan tempat tinggalnya akibat hancur oleh gempa.
Dan tujuan dari orang-orang untuk datang ke tempat Air Terjun
Saut-d'Eau adalah meminta doa dan juga keberkahan melalui ritual voodoo serta
dari Perawan Maria, dengan harapan bahwa mereka dapat kembali menemukan
kehidupan yang lebih baik, apalagi setelah pasca gempa yang banyak
menghancurkan rumah mereka. Agen Domino
Photo by Alice Speri
Dalam ritual mandi di Air terjun ini, selain mandi mereka
juga banyak mengorbankan hewan, biasanya berupa ayam atau kambing dan darahnya
mereka oleskan kepakaian putih mereka, selain itu mereka melakukan tarian dan
juga nyanyian, dan yang lainnya mandi di sekitar Air Terjun sambil berharap
bahwa keinginan mereka akan terkabul.
"Banyak orang yang datang untuk pertama kalinya setelah
gempa," kata Paul-Erick Mereilier, yang juga kehilangan rumah dan
saudaranya dan telah menganggur sejak lulus SMA.
Mereilier percaya selalu dengan Voodoonya, namun dia baru
kali ini terpikirkan untuk datang ketempat ini.
"Saya datang untuk mencari kemungkinan, saya ingin
meminta kepada roh-roh untuk memberikan sesuatu yang lebih baik," katanya.
Ratusan pria dan juga wanita dari segala usia dimandikan
dengan sabun dan juga daun mint, beberapa dari mereka telanjang bulat, dan ada
juga yang berpakaian lengkap.
Beberapa dari mereka meneriakkan ayat-ayat dari Alkitab, ada
juga dari kalangan laki-laki muda yang meneguk rum dan anak-anak biasanya
bermain di air.
Sedangkan di bawah pohon dari air terjun tersebut, seorang
yang dianggap Pemimpin Voodoo, menyambut para jemaah untuk menyalakan lilin,
serta melakukan ritual mistis
"Orang-orang datang ke sini untuk mencari kepuasan dan
solusi untuk masalah mereka," kata Chevry yang merupakan Pemimpin Voodoo.
Photo by Alice Speri
"Setiap orang menemukan apa yang mereka cari,"
katanya, tapi ketika ditanya apakah ritual akan cukup untuk memecahkan masalah
Haiti, ia menjawab, "Saya tidak bisa menjamin apa-apa."
Haiti sedang berjuang untuk mengatasi pasca gempa. Tapi bagi
banyak orang, ritual ini merupakan bagian dari proses penyembuhan.
"Orang-orang merasa senang di sini, setelah begitu
banyak masalah yang mereka hadapi, akhirnya mereka memiliki tempat di mana
untuk menyelesaikan masalah mereka," kata Ruth Paul, seorang ibu berusia
40 tahun.
"Ini seperti ketika Anda memiliki masalah dan Anda
kemudian pergi ke seorang teman. Meskipun teman Anda tidak dapat membantu Anda
100 persen, Anda merasa nyaman pula, "katanya. "Itu lebih baik
daripada anda memendamnya sendiri." Poker Online Terpercaya




Tidak ada komentar:
Posting Komentar