Pekanbaru - Tak hanya dengan harimau Sumatera, konflik
manusia dengan buaya juga sering terjadi di Provinsi Riau. Terakhir, pemuda
yang bekerja sebagai penarik tual sagu, Hongkiat, tewas setelah diterkam dan
ditarik ke dasar sungai di Desa Kapau Baru, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Tak hanya di Meranti, tiap tahunnya ada saja warga di Riau yang
meninggal karena terkaman buaya, misalnya, di Indragiri Hilir. Di daerah ini
sering terjadi konflik dengan buaya, selain di Meranti.
Menurut Kepala Bidang I KSDA Riau, Mulyo Hutomo, konflik ini
tak terlepas dari beberapa sungai di Riau yang dihuni buaya muara dan buaya
sungai atau capit. Buaya muara disebut paling ganas dan selalu menyerang
manusia.
"Yang menyerang manusia sudah dipastikan buaya muara
atau Crocodylus porosus. Ini apa saja dimakannya, kalau buaya sungai atau capit
hanya makan ikan," sebut Hutomo, Selasa 17 April 2018.
Hutomo menjelaskan, buaya muara tersebar di beberapa sungai
di Riau, terutama sungai yang berhubungan dengan laut. Buaya ini biasanya masuk
ke sungai besar ataupun anak sungai yang pasang surut.
"Sebarannya di Pelalawan seperti di Teluk Meranti,
kemudian di Kepulauan Meranti, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, dan
Hulu serta Kota Dumai, lalu Kampar," sebut Hutomo.
Di Rokan Hulu dan Hilir, terang Hutomo, ada bentangan Sungai
Rokan dengan anak-anak sungainya. Sungai ini bermuara ke laut seperti sungai di
Kota Dumai dan Sungai Siak.
Sungai-sungai ini dihuni oleh dua jenis buaya, muara dan
sungai. Hanya saja, buaya muara lebih ganas dan selalu menjadikan apa saja
sebagai mangsanya, termasuk manusia.
"Selanjutnya sungai-sungai di Kampar, Indragiri Hilir,
Indragiri Hulu, dan Kampar. Semuanya berbuaya dan ganas kalau itu buaya
muara," terang Hutomo.
Hutomo menerangkan, buaya muara biasanya masuk ke sungai
kalau air mulai surut. Untuk beberapa saat, buaya ini akan mendiami wilayah itu
dan mencari makan di sana.
Korban Buaya Ganas
Ilustrasi Foto Buaya (iStockphoto)
BBKSDA menyatakan hampir setiap tahun ada korban, baik yang
akhirnya ditemukan maupun yang tidak. Kejadian terbaru tentu saja di Meranti
dan terakhir di Indragiri Hilir.
Dengan gambaran ini, BBKSDA mengimbau masyarakat yang sering
beraktivitas di sungai agar berhati-hati.
Sebelumnya pada Sabtu pekan lalu, pekerja perusahaan sagu di
Kepulauan Meranti diterkam dan diseret ke dasar sungai ketika menarik tual atau
sagu yang baru dipanen.
Korban Hongkiat tak sadar dirinya menjadi sasaran buaya.
Hongkiat tak tahu ada buaya yang mendekat ke arahnya, begitu juga dengan
rekan-rekan kerjanya.
Hongkiat ditemukan 4 jam kemudian setelah dicari. Lokasi
penemuannya tak jauh dari dirinya diterkam. Korban kemudian dibawa ke rumahnya
dan dimakamkan dengan luka di kaki, tangan, dan bahunya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar