Seorang pria asal New Jersey, Kenny Bachman kaget bukan main
saat ditagih ongkos taksi online, Uber dengan jumlah yang fantastis. Sebesar
US$ 1.636 atau sekitar Rp 22 juta.
Kamis (8/3/2018), Kenny Bachman memilih tujuan rumahnya di
New Jersey sebagai tujuan saat memesan Uber, padahal ia sedang menyambangi
kawannya di Universitas West Virginia -- kedua tempat itu berjarak sejauh 563
kilometer.
"Rumah tempat saya menginap hanya berjarak empat blok
dari klub tempat minum,
"Yang lebih parah lagi, saya pesan Uber XL."
Perjalanan Kenny, yang dimulai pada pukul 02.51 pagi,
menempuh waktu sekitar lima atau enam jam. Dengan ongkos total US$1.635,93 atau
sekitar Rp 22 juta -- plus biaya tol $20 (sekitar Rp 275 ribu).
"Pertama-tama, saya tidak bangga dengan ini," kata
Kenny.
"Saya punya banyak teman kuliah di sana (West
Virginia), dan menginap di rumah mereka. Sesampainya di sana, sekitar pukul
18.00 sore, saya mulai minum-minum (alkohol)."
Kenny kemudian ke sebuah pesta, lalu minum-minum lagi dan
mengunjungi sebuah kelab. "Dari saat itu, saya hilang kesadaran."
"Saya tidur sepanjang perjalanan, kecuali selama 45
menit terakhir. Saya sama sekali tak ingat telah memesan Uber. Tapi tahu-tahu
saya terbangun di dalam mobil."
"Saya marah, tapi di saat yang sama saya sangat kaget dan
tak menyangka. Saya sampai bingung harus bereaksi apa."
Mau tak mau, Kenny pun tetap harus membayar layanan Uber
yang telah ia pesan tersebut.
Komplain
Kenny kemudian mengajukan komplain kepada Uber, namun
"mereka bilang saya yang menetapkan tujuan dan telah menempuh
perjalanannya. Itu artinya saya harus membayar."
Tapi Kenny merasa tanggapan Uber terlalu kejam.
"Saya mempertanyakan apa yang ada di pikiran pengemudi
saat melihat betapa mabuknya saya, dan memutuskan bahwa mengantarkan saya
keluar kota adalah ide bagus."
Dan yang membuat masalahnya lebih buruk lagi, ia harus
menempuh perjalanan balik ke West Virginia.
"Semua barang saya masih di West Virginia, jadi saya
harus kembali dan membawanya. Saya buat hitung-hitungannya. Ongkosnya US$35 (Rp
481 ribu) jika menumpang bus, atau US$115 (Rp 1,5 juta) untuk pesawat.
"Sejujurnya, kawan-kawan saya menganggap ini lucu.
Konyol, memang. Tapi lucu."


Tidak ada komentar:
Posting Komentar