Hantaman badai Nor'easter yang melanda kawasan Pantai Timur
Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu, menguak keberadaan bangkai kapal laut
berusia 250 tahun di pesisir negara bagian Maine.
Bangkai Kapal Short Sands -- dinamakan sesuai nama pantai
yang menjadi lokasi penemuan terkait -- diketahui dibuat pada Abad ke -18.
Menurut Leith Smith, seorang arkeolog pada Komisi Pelestarian Budaya di negara
bagian Maine, kapal tersebut diduga kuat pertama kali berlayar pada 1769,
sebelum pecahnya Perang Revolusi Amerika.
Apa yang tersisa di lambung kendaraan layar sepanjang 60
kaki, atau sekitar 18,3 meter itu, menunjukkan kemungkinan bangkai kapal
terkait sempat terseret arus pada badai besar yang menghantam negara bagian
Maine pada 2013 dan 2007 lalu.
Para arkeolog meyakini kapal terkait dibuat di sekitar
Maine. Hal itu telihat pada penggunaan beberapa jenis kayu yang banyak ditanam
di sana, seperti kayu pohon bulu balsam, birch kuning, beech, pinus merah, dan
oak putih.
Kapal yang dipastikan berwarna merah muda itu diketahui
memiliki dasar lambung datar, yang menjadi ciri khas banyak kapal dagang lintas
Atlantik di Abad ke-18 hingga awal Abad ke-19.
Menurut Smith, bangkai kapal tersebut sangat mungkin pernah
digunakan untuk memuat kargo bijih besi untuk ekspor. Dugaan tersebut muncul
dari temuan kerak besi yang menempel di beberapa bagian dalam lambung kapal.
Bekas Kapal Niaga Penting di Abad ke-18
Setelah diteliti lebih jauh, bangkai Kapal Short Sands
ternyata telah diketahui oleh segelintir nelayan setempat sejak lama. Bahkan,
ditemukan pula fakta bahwa sebagian dari kayu kapal terkait dicuri dan
digunakan sebagai tambahan bahan properti.
Material kayu pada bangkai kapal terkait diketahui masih
berada dalam kondisi prima. Hal itu, menurut Smith, bisa jadi disebabkan oleh
pasokan oksigen yang cukup dari pasir dan air laut.
Kapal Short Sands diketahui merupakan satu-satunya artefak
kapal niaga berukuran sedang -- buatan masyarakat Maine di era pra-Revolusi --
yang masih tersisa dalam kondisi prima.
Adapun puluhan bangkai kapal serupa lainnya tidak diketahui
pasti posisi hilangnya.
Kini, sisa bangkai kapal tersebut berada di bawah otoritas
Komisi Pelestarian Budaya negara bagian Maine, dan sementara waktu akan tetap
ditempatkan di sekitar Pantai Short Sands.
Sementara itu, badai Nor'easter dilaporkan menyebabkan
setidaknya tujuh orang meninggal, dan hampir satu juta rumah terputus pasokan
listriknya pada akhir pekan lalu.
Hingga Senin, 5 Maret 2018, dikabarkan banjir masih terjadi
di beberapa titik di timur laut AS, seperti di negara bagian Massachusetts dan
New Jersey, akibat dari mencairnya tumpukan salju.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar