Sebuah destinasi penginapan di
salah satu pesisir negara Kosta Rika menuai kritikan luas karena menetapkan
larangan berkunjung bagi tamu berkulit putih. Kebijakan itu bahkan disebut
sebagai tindakan rasis yang memuakkan.
Namun, pihak pengelola tempat
tetirah bernama The Women of Colour Healing Retreat menanggapi tudingan rasis
itu dengan sebuah sindiran yang menyebut masyarakat kulit putih sebaiknya tidak
memiliki paspor.
"Mereka (orang kulit putih)
menilai banyak hal secara sepihak, dan lupa bahwa mereka juga kerap melakukan
tindakan rasis pada masyarakat kulit berwarna. Mereka merusak di banyak tempat,
dan sebaiknya tidak perlu diberikan paspor agar tidak bisa pergi ke mana
pun," ujar sang pendiri, Satya X,
Didirikan di kota Puerto Viejo
sejak 2014, tempat tetirah ini menawarkan 10 hari program yoga dan meditasi
bagi wanita dengan kulit berwarna. Program tersebut bertujuan untuk
menghilangkan trauma psikologi yang disebabkan oleh pengalaman rasisme.
Meski menolak tamu kulit putih,
namun tempat peristirahatan ini justru terbuka menerima tamu-tamu dari berbagai
warna kulit, termasuk Asia.
Menurutnya, masyarakat kulit
putih masih terus mendapatkan keuntungan di banyak hal, sehingga memicu tindak
rasis pada masyarakat kulit berwarna.
Hal itu dicontohkan dalam hal
imigrasi, di mana masyarakat kulit putih hampir tidak pernah mengalami
pemeriksaan secara berlebihan, dibandingkan mereka dengan kulit berwarna.
"Bahkan sekalipun berpakaian
sangat sederhana, asal mereka berkulit putih
bisa memasuki banyak tempat tanpa adanya kecurigaan, sedangkan tidak
bagi kami," protes Satya.
"Mungkin hanya Beyonce yang
bisa berpergian kemanapun dengan tenang," lanjutnya dengan canda.
Dituding Balas Dendam
Beberapa pihak menyebut tempat
tetirah yang didirikan oleh Satya itu tidak ubahnya bentuk rasisme yang dilakukan
oleh kelompok supremasi kulit putih dan neo-Nazi. Satya dituding berupaya
membalikan tindak rasisme yang pernah ada dalam penjara.
"Saya membangun tempat ini
dengan cinta, bukan kebencian," tegas Satya.
Satya membangun The Women of
Colour Healing Retreat sebagai sebuah destiansi berlibu yang bermanfaat untuk
tubuh, jiwa, dan pikiran. Penegasan kata 'colour' dimaksudkan sebagai
keterbukaan terhadap seluruh warna kulit.
Jikapun kemudian dianggap
bertindak rasis, menurut Satya, hal itu tidak lebih sebagai bentuk kemarahan
terhadap oknum-oknum kulit putih yang tidak menghargai keberagaman.
"Kami terbuka untuk semua
warna kulit, termasuk kulit putih, namun dengan syarat untuk saling menghargai
satu sama lain, apapun kondisi fisik dan latar belakangnya," jelas Satya.
The Women of Colour Healing
Retreat menawarkan pengalaman menginap secara dengan konsep 'back to nature',
di mana dimaksudkan untuk membuat para tamu merasa relaks dan berpikiran
positif.
Selain program yoga dan meditasi,
Satya juga menawarkan kepada para tamunya layanan makanan organik, dan hiburan
berbasis komunal.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar