Sebuah sekolah dasar di Jepang
mendapat kritikan keras dari publik, setelah mengumumkan rencana mengadopsi
seragam yang didesain oleh rumah mode Italia, Armani.
sekolah dasar yang terletak di
Kota Tokyo itu berencana mengajukan rencana pembuatan seragam baru yang
dibanderol seharga 80.000 yen atau sekitar Rp 9,9 juta per potongnya.
Para orang tua siswa memprotes
keras rencana itu dan bahkan akan melaporkannya ke parlemen Jepang.
Sekolah Dasar Taimen, nama
sekolah tersebut, merupakan sebuah sekolah swasta yang berlokasi di Ginza,
distrik yang dikenal sebagai kawasan termahal di seantero Jepang.
Pada November lalu, sekolah ini
mengirim surat pemberitahuan kepada orang tua siswa tentang tentang rencana
mengganti desain seragam, tulis laporan yang dimuat di laman Huffington Post
edisi Jepang.
Kebijakan itu dimaksudkan untuk
menjadikan para siswa Sekolah Dasar Taimen tampil lebih berkelas, mengingat
reputasinya yang dikenal sebagai salah satu sekolah dasar terbaik di Negeri
Matahari Terbit.
Rencana tersebut memicu lima buah
protes keras yang dilayangkan langsung ke pihak sekolah. Kebijakan ini juga
menuai kritik tajam dari para warganet ketika salinan surat pemberitahuannya
bocor ke media sosial.
Meksipun pemerintah Jepang
sejatinya tidak mewajibkan penggunaan seragam, cukup banyak sekolah yang
menerapkan aturan terkait, terutama oleh sekolah-sekolah swasta.
Menuai Kecaman Warganet
Kabar mengenai rencana
kontroversial tersebut juga menuai kecaman di kalangan warganet.
"Setahu saya seragam sekolah
dibuat agar anak-anak dari keluarga dengan pendapatan berbeda tidak merasa
didiskriminasikan," tulis seorang warganet di Twitter.
"Anak-anak tidak paham
tentang merek terkenal …. Apakah anak yang mengenakan seragam Armani akan
menjadi lebih baik dibandingkan mereka yang tidak?" tulis warganet lain.
Dalam sebuah pertemuan dengan
Komite Pendanaan pada Parlemen Kekaisaran Jepang di hari Kamis, 8 Februari
2018, isu terkait diperkarakan secara hukum dengan tudingan menetapkan harga di
atas batas wajar.
Sebagai tanggapan terhadap isu
terkait, Menteri Keuangan Taro Aso mengatakan bahwa seragam tersebut terlalu
mahal, dan dikhawatirkan tidak bisa dijangkau oleh siswa.
Tanggapan senada juga diungkap
oleh Menteri Pendidikan Yoshimasa Hayashi, di mana ia menyebut harus ada
pembicaraan terlebih dahulu dengan orang tua siswa, sebelum memutuskan suatu
kebijakan.
Sementara itu, pimpinan Sekolah
Dasar Taimen menyatakan telah menerima seluruh kritik serta masukan, dan
berjanji akan memberi penjelasan langsung kepada orang tua siswa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar