Pekanbaru - Hampir dua bulan berjalan pincang akibat luka di
kaki depan bagian kanan, seekor gajah muda berusia 10 tahun akhirnya berhasil
diobati oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.
Butuh beberapa pekan bagi tim untuk mengintai gajah ini.
Setelah waktunya tepat, akhirnya pada 25 April 2018 lalu, gajah betina ini
berhasil ditembak bius. Tindakan ini dilakukan untuk mengobati infeksi pada
kakinya.
"Pengobatan dilakukan setelah berkoordinasi dengan WWF
Sumatera, Vesswic, dan Yayasan Tesso Nilo," kata Kepala Humas BBKSDA Riau
Dian Indriarti, Jumat siang, 27 April 2018.
Dian menjelaskan, adanya gajah muda yang terluka ini
diketahui ketika tim memantau konflik mamalia bongsor itu dengan manusia di
Desa Minas, Kabupaten Siak, pada awal Maret lalu.
Ketika tim berusaha menggiring hewan bernama latin Elephas
maximus sumatranus itu supaya tak mendekati permukiman, terlihat seekor gajah
bergerak lambat dan berjalan pincang.
"Tim tidak begitu memperhatikan kondisinya saat
itu," kata Dian.
Susun Strategi untuk Mengobati Gajah
Gajah pincang di Riau. (Foto: Dok. BBKSDA Riau/M Syukur)
Pada 27 Maret 2018, tim juga mendapat laporan konflik gajah
dan manusia di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Terlihat
gajah dengan cara berjalan yang sama.
Setelah diamati, barulah ketahuan gajah betina ini mengalami
sakit pada kakinya. Diduga, luka di kaki depan kanannya karena terkena jerat
babi.
"Ada jerat nilon pada kakinya yang masih melekat dan
mengakibatkan infeksi," ucap Dian.
Hanya saja, pada saat itu, pengobatan belum bisa dilakukan
karena gajah ini selalu berada di tengah kawanannya. Selanjutnya, penanganan
gajah tersebut dikoordinasikan dengan berbagai lembaga pencinta hewan.
Tak lama kemudian, tim bergerak memantau konflik kawanan
gajah serupa di Desa Bencah Kelubi, Kecamatan Tapung. Gajah terluka ini
digiring supaya terpisah dari kelompoknya.
Karena medannya cukup sulit, tim memilih tembakan bius. Tim sepakat
menggiringnya terlebih dahulu ke Hutan Tahura Minas. Lokasi ini dirasa tepat
mengobati gajah itu.
"Setelah dibius, tim memberikan antibiotik dan vitamin.
Setelah diberi obat, gajah disuntik lagi agar siuman serta digiring lagi ke
kelompoknya," kata Dian.
Dugaan sementara, gajah ini terkena jerat di konsesi milik
salah satu perusahaan. Gajah ini merupakan kawanan gajah liar dari kantong
Minas Petapahan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar