Kupang- Hingga saat ini, masih
banyak desa di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum tersentuh listrik, di antaranya,
Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang, Desa Kotolin, Kecamatan
Kotolin Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Desa Sabun, Desa Nano, Desa dan
Desa Leunmeni Kecamatan Boking Kabupaten TTS.
Selain listrik, warga juga
mengeluhkan infrastruktur jalan dan kesulitan air bersih. Untuk menempuh
desa-desa ini dibutuhkan belasan jam dengan melintasi jalan yang rusak parah.
Bahkan, di malam hari para penduduk harus merelakan tidur dan beraktifitas
dalam keadaan gelap gulita.
Kepala Desa Pantulan, Buce FC Pah
mengatakan sudah puluhan tahun desanya tidak tersentuh listrik. Untuk menerangi
rumah, warga memanfaatkan lampu minyak. Selain listrik, kata Buce, warganya
juga sejak dahulu kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih,
warga memanfaatkan sumur gali secara swadaya.
"Untuk listrik kami baru
beberapa bulan dapat sumbangan PLTS dari dinas Transmigrasi Kabupaten Kupang
namun hanya beberapa rumah saja, itupun suram sehingga anak-anak kalau belajar
lebih memilih pakai lampu pelita," ujar Buce kepada Liputan6.com, Sabtu
(21/4/2018).
Dia mengatakan, pada 2016 silam,
Kementerian Desa Tertinggal telah melakukan survey terkait listrik, namun
hingga kini belum ada kejelasan. "Mereka sudah survey dan pengukuran dari
desa Poto ke desa Pantulan, ada 318 tiang katanya tahun 2017 sudah terpasang
tetapi sampai sekarang belum dipasang," kata Buce.
Berharap Program Presiden Jokowi
Anak-anak di Kabupaten Timor Tengah
Selatan jalan jauh mengambil air sumur (Ola Keda)
Menurut Buce, Desa Pantulan
memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian dan peternakan, namun warga
kesulitan air bersih hingga sering mengalami gagal panen. Warganya juga
kesulitan memasarkan hasil pertanian dan peternakan karena infrastruktur jalan
yang tidak mendukung.
"Kami sangat berharap agar Pak
Jokowi segera laksanakan program indonesia terang agar desa kami juga bisa
terang seperti desa lain," imbuh Buce.
Sementara itu, BPD Desa Nano,
Kecamatan Boking, Yeiskiel Kial Finmeta juga mengeluhkan hal yang sama. Menurut
dia, puluhan tahun warga desanya merindukan listrik, air bersih dan jalan,
namun hingga kini tak pernah terwukud.
Dia meminta Presiden Joko Widodo
agar bisa mendatangi desanya dan melihat sendiri kondisi masyarakat. "Saya
berharap pak Jokowi bisa membaca berita ini dan kalau bisa datang ke desa
kami," kata Yeiskiel.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar