New York - Miliarder Robert
Herjavec berbagi pengalamannya keluar dari masa kelam sewaktu muda. Dan hal
tersebut dimulai ketika berani untuk mengambil risiko.
Robert Herjavec merupakan bintang
ABC yakni Shark Tank, sekaligus CEO Herjavec Group, salah satu perusahaan
teknologi terbesar di dunia.
Herjavec lahir di negara komunis,
Kroasia yang kini berganti nama menjadi Yugoslavia. Sayangnya, ayah Herjavec
merupakan seorang anti-komunis, dan kondisi tersebut memberatkan keluarganya.
Ayah Herjavec masuk keluar penjara
sebanyak 21 kali. Kondisi itu menyulitkan keluarga. Ia tinggal di rumah dengan
lantai yang sangat kumuh serta kekurangan air bersih.
Setelah sekian kali masuk keluar
penjara, sang ayah akhirnya mendapatkan peringatan terakhir. Sadar tak punya
waktu lagi, sang ayah mengajak Herjavec dan istrinya pindah ke Kanada.
Meninggalkan negara dan seluruh
miliknya merupakan hal yang berat bagi kedua orangtuanya. Tapi mereka harus
melakukan itu demi kebaikan sang anak.
Di Yugoslavia, sang ayah yang
merupakan seorang manajer. Namun di Kanada, dirinya rela menjadi petugas
kebersihan yang setiap hari menyapu dan mengepel lantai.
"Hidupku sudah sangat menderita,
kamu harus memiliki hal yang tidak kita punya," ujar Ayah Herjavec waktu
itu kepadanya.
"Semenjak hal itu, aku sangat
depresi. Aku tidak tahu apa yang mesti aku lakukan, semuanya tampak sia-sia.
Sampai suatu ketika aku bekerja di Logiquest, yakni perusahaan teknologi dan
menjadi bos perusahaan tersebut di umurku yang masih 20an," tuturnya.
Dari seorang imigran yang datang ke
Amerika dengan perahu menjadi sosok miliarder, Herjavec tahu betul bahwa jalan
menuju kesuksesan tidak pernah mudah.
"Berbisnis merupakan cara
menyatukan keragaman yang sangat baik. Ini bukan soal siapa orangtuamu,
warnamu, atau agamamu. Bisnis tak peduli semua itu. Bisnis hanya peduli soal
nilai apa yang bisa kau beri," pungkasnya.
Dilansir dari CNBC, Selasa
(10/4/2018), Herjavec berbagi tips untuk Anda yang ingin sukses dan kaya rayadi
usia muda. Apa saja? Simak ulasan berikut:
1. Memperoleh Pengalaman Lebih
Penting Ketimbang Uang
"Saya menyaksikan banyak
pelajar yang asal bekerja dengan menjadi pelayan atau pekerja paruh waktu hanya
untuk mendapatkan uang dan bisa mengisi liburanya. Ini boleh saja, tapi di
jangka panjang Anda membutuhkan pengalaman yang bermanfaat bagi kebutuhan
karier Anda," tuturnya.
"Pengalaman adalah aset yang
tak ternilai, jadi carilah pekerjaan yang memberimu pengalaman yang Anda
butuhkan. Ingat, bahwa diri Anda adalah investasi termahal yang Anda
punya," tambah dia.
2. Pemakluman Adalah Hal Buruk
"Jangan pernah buat pemakluman
karena tak ada satupun orang yang peduli. Semua orang memiliki pengalaman
terberat dalam hidupnya. Jadi kesalahan terbesar adalah dengan tidak melakukan
sesuatu yang kau bisa lakukan," ungkapnya.
Herjavec menuturkan bahwa penting
bagi anak muda untuk punya pemikiran yang memberi solusi pada dunia karier yang
akan mereka pilih. "Fokus pada hal yang bisa kau selesaikan dan kerjakan
itu sampai selesai."
3. Mengambil Risiko Kadang
Bermanfaat
"Berpikir untuk mengambil
risiko seperti kau bisa keluar dari pekerjaanmu dan mendirikan bisnis sendiri
adalah tepat untuk dilakukan ketika kau muda," pungkasnya.
"Saya keranjingan dalam hal
mengambil risiko, apalagi jika berbicara saat Anda belum memiliki keluarga atau
berkeluarga. Anda bisa lebih fleksibel dan bertanggungjawab penuh pada kehidupan
Anda masing-masing," tambah dia.
Herjavec menyarankan penting untuk
bisa mengkalkulasikan risiko yang ada dengan konsekuensi yang akan diterima.
Karena jutawan merupakan kalkulator handal dalam memprediksikan risiko sebelum
mengambil suatu keputusan.
4. Kuliah Penting, Namun Bekerja
Adalah Kuncinya
Penting bagi orang-orang untuk
mempertimbangkan seberapa besar yang ingin mereka bayar untuk sebuah
pendidikan. Hal ini seperti dilaporkan oleh New York Federal Reserve yang
menyebutkan utang pelajar AS pada akhir 2017 sangat besar.
"Pendidikan memang penting,
tapi bukan jadi suatu alasan untuk berutang luar biasa banyak untuk meraih
status. Lain halnya, jika kalian membutuhkan status khusus seperti sertifikat,
pengalaman dan lain-lain. Ini baru hal penting," tutur Herjavec.
"Saya sarankan anak muda agar berani
mencoba di lapangan. Gagal, belajar, dan sukses. Kemudian baru tentukan bahwa
kau ingin melanjutkan pendidikan atau tidak," tandas Herjavec.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar