Lelucon murahan yang ternyata sanggup musnahkan ratusan nyawa
dalam sekejap
user profile Dany 5 jam lalu Trending
Memasuki bulan April, beberapa negara di dunia sering
disibukkan dengan aksi April Mop alias memberi sebuah lelucon pada orang lain.
Tak hanya sebatas di luar negeri, perayaan tersebut juga sering dilakukan oleh
sebagian kecil masyarakat di tanah air. Acara yang juga disebut sebagai April
Fools ini, dilakukan dengan cara memberikan beragam kejutan berupa kelakar
bohong-bohongan kepada orang lain.
Tak disangka, ada sebuah fakta sejarah yang sangat kelam
dibalik perayaan tersebut. Selain itu, banyak hal tragis telah terjadi di
berbagai negara yang sering merayakan April Mop. Di Indonesia sendiri, masih
ada segelintir orang yang nekat melestarikan tanpa tahu sejarah dan fakta
aslinya. Selain tak bermanfaat dan buang-buang waktu, hal berikut ini menjadi
bukti bahwa April Mop tak layak dirayakan di Indonesia.
Sejarah kelam yang melukai hati umat islam
Dibalik perayaan April Mop, ada sebuah sejarah kelam nan
mengerikan tersimpan di dalamnya. Tepat pada tanggal 1 April, ribuan umat islam
Andalusia dibantai tanpa sisa oleh tentara Spanyol dengan cara menipu. Awalnya,
mereka sangat risau dengan perkembangan ajaran islam di tanah Eropa yang
semakin pesat. Untuk itu, para pasukan tersebut mulai melancarkan tipu dayanya
lewat musik dan alkohol dengan tujuan melemahkan iman dan memalingkan pemuda
dan pemudi islam dari tuntunan Al-Qur’an.
April Mop berlatar belakang pembantaian kaum muslim
Mereka juga kerap mengirim ulama-ulama palsu yang meniupkan
perpecahan di antara umat islam. Strategi mereka pun sukes besar. Pasukan
Spanyol akhirnya berhasil membantai ribuan orang islam tanpa pandang bulu. Anak
kecil, wanita dan orang tua, mereka habisi seluruhnya. Kejadian itu jatuh tepat
pada tanggal 1 April, dimana mereka menaklukan umat islam dengan tipuan/Fools
yang menjadi akar dari April Mop/April Fools Day.
Lelucon yang tidak mendatangkan manfaat
Yang namanya April Mop, pasti yang dilakukan adalah membuat
lelucon palsu alias bohongan pada orang lain. Jika boleh diistilahkan, perayaan
tersebut merupakan momen berdusta massal yang dirayakan secara internasional.
Mungkin, ada banyak gelak tawa yang akan terjadi pada peristiwa tersebut. Di
lain sisi, belum tentu ada pada diri korban dari lelucon itu.
Ilustrasi lelucon
Salah satunya adalah kejadian fatal yang terjadi baru-baru
ini. Perusahaan sekelas iPrice, harus menanggung malu kepada pihak Grab setelah
kampanye April Mop mereka yang berjudul GrabMudik dengan transportasi seperti
delman, truk pasir dan Heli, diprotes oleh penyedia angkutan online tersebut.
Terbukti, perayaan April Mop tidak membawa manfaat sama sekali dan berpotensi
menyulut dendam dan permusuhan bagi korbannya. Miris ya Saboom
Efek dari sering menipu, ribuan nyawa melayang
Ada kisah tragis di balik April Mop yang tak bisa dihapus
begitu saja dalam ingatan. Kisah pilu ini terjadi di kepulauan Hawai pada 1
April 1946 silam. Karena kultur budaya Amerika Serikat yang biasa merayakan
April Fool’s Day dengan berbagai lelucon, masyarakat Hawai harus meregang nyawa
karena dihantam bencana Tsunami yang menerjang kediaman mereka.
Hawai diterjang Tsunami karena dikira April Mop
Padahal, media massa setempat telah mengeluarkan peringatan
akan bahaya Tsunami yang bisa datang sewaktu-waktu pada warga di sekitar pulau.
Oleh mereka, tanda bahaya tersebut malah dianggap sebagai bagian dari lelucon
April Mop yang jatuh tepat pada 1 April 1946. Pada akhirnya, Tsunami
benar-benar terjadi dan menggulung 165 nyawa pada pulau tersebut. Terbukti ya
Saboom, lelucon sepele ternyata bisa menghilangkan nyawa orang lain dalam
sekejap.
Bukan jenis perayaan yang dikenal di Indonesia
Indonesia yang kaya akan adat dan istiadat budayanya,
memiliki beragam perayaan unik sesuai ciri khas daerah masing-masing. Tentu
akan lebih bermanfaat jika dirayakan dan dilestarikan keberadaannya
dibandingkan dengan acara April Mop yang jatuh pada tanggal 1 di awal bulan.
Ilustrasi perayaan asli Indonesia
Selain merupakan produk kebudayaan asing, April Mop juga
sangat jauh dari kultur kebudayaan Indonesia. Daripada merayakan hari penuh
kebohongan tersebut, alangkah baiknya jika diganti dengan melestarikan kultur
budaya sesuai daerah masing-masing yang mulai hilang tergerus zaman. Betul kan
Saboom?
April Mop jadi ajang menebar hoax
Tingginya arus penyebaran berita saat ini, membuat netizen
rentan terkena serangan berita hoax yang belakangan semakin marak. Pada momen
April Mop, kasus tersebut berpeluang untuk bertambah besar karena akan ada
banyak berita palsu yang dibuat hanya untuk kelakar belaka. Tak hanya
merugikan, berita hoax yang muncul pada April Mop itu juga dapat mempengaruhi
netizen untuk ikut terpancing di dalamnya.
Ilustrasi terkena berita Hoax
Alhasil, April Mop tidak dianjurkan untuk dirayakan di
Indonesia karena ada banyak faktor yang bisa ditunggangi menjadi sebuah
penyesatan publik. Meski dengan dalih lelucon, berita hoax tersebut tetap saja
memiliki dampak yang luas, terlebih bagi netizen yang masih awam dan minim
pengetahuan dari serbuan berita palsu yang bertebaran di internet.
Meski tidak ada peraturan khusus yang melarang perayaan April
Mop, buka berati kita bebas begitu saja untuk ikut meramaikan momen tersebut.
Selain latar belakangnya yang menyinggung umat tertentu, perayaan tersebut juga
terbukti tidak mendatangkan manfaat pada diri kita. Indonesia masih membutuhkan
pemuda dan pemudinya untuk berfikir cerdas, tangkas dan taktis demi kemajuan
bangsa. Bukan menjadi budak lelucon murahan yang datang dari kebudayaan asing.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar