Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA diketahui telah
menciptakan ribuan teknologi inovasi yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.
Salah satunya memory foam, yang mana bahan ini lazim ditemui pada kasur.
Kasur memory foam cukup populer, karena oleh banyak ahli
diklaim bisa meningkatkan kualitas tidur.
Awalnya, memory foam dikembangkan oleh pusat riset NASA untuk
meningkatkan keamanan bantalan pesawat ruang angkasa, serta menyerap tekanan
gravitasi pada astronaut yang meluncur ke ruang angkasa.
Teknologi memory foam ini lalu diterapkan oleh Kingaru Sleep,
sebuah perusahaan teknologi dan gaya hidup perlengkapan tidur asal Belgia.
Pendiri Kingaru Sleep, Sven Vervaert mengatakan, kasur busa
Kingaru sangat istimewa, karena tidak menggunakan pegas. Namun, menggunakan
lateks premium alami dengan sentuhan teknologi memory foam.
Menurutnya, teknologi ini memiliki karakteristik yang
sensitif terhadap suhu dan mampu menahan guncangan.
"Rahasia kasur Kingaru adalah kombinasi seimbang antara
lateks alami terbaik diikuti dengan memory foam yang menopang dan membebaskan
tubuh dari rasa sakit, ditambah dengan high resilience foam dengan kualitas
premium," kata dia, dalam keterangannya, Senin 2 April 2018.
Sven mengungkapkan, sudah ada ratusan orang yang menikmati
tidur selama 2.000 malam di kasur busa teknologi NASA ini. Ia mengatakan,
kombinasi tersebut disusun di atas support foam yang padat dan tahan banting.
Kombinasi ini ditutup oleh sarung pembungkus terbuat dari
rajutan premium dari Belgia yang memiliki elastisitas tinggi.
Marketing Kingaru Sleep Indonesia, Imelda Samaria,
mengatakan, produknya sudah ada di pasar Tanah Air. Mengenai harga, ia menyebut
kasur Kingaru dibanderol mulai dari harga Rp5 jutaan.
"Kami menargetkan satu juta orang Indonesia, dapat
merasakan nikmatnya tidur di kasur busa yang nyaman, mewah dan berteknologi
tinggi ini," ungkapnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar