:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2022284/original/090296900_1521722787-janda_palsu.jpg)
Tidak peduli apapun jenisnya, kehadiran laba-laba di dinding
atau di sudut rumah, kerap membuat banyak orang ketakutan.
Seiring waktu, mitos dan kesalahpahaman tentang laba-laba
telah berevolusi di banyak budaya, menghasilkan banyak reaksi ketakutan
terhadap hama yang sangat umum ini.
Dikutip dari Pestworld.org pada Minggu (29/4/2018),
kemunculan laba-laba dan beberapa jenis serangga lainnya bisa meningkat di
waktu-waktu dingin, seperti di musim hujan misalnya.
Menurut Asosiasi Pengendali Hama Nasional Amerika Serikat
(NPMA), kehadiran laba-laba tidak berarti bahaya bagi manusia.
"Hanya sedikit dari spesies laba-laba yang membahayakan
manusia karena kandungan racunnya, dan rumah (yang ditempati) biasanya hanya
menjadi jalur perlintasan, bukan lokasi (laba-laba) tinggal," jelas Alice
Wilder, seorang arachnologist (ahli laba-laba) dari University of South
Florida.
Berdasarkan laporan penelitian yang dilakukan oleh NPMA,
berikut adalah penjelasan fakta di balik lima mitos paling terkenal tentang
laba-laba.
1. Manusia Tidak Sengaja Menelan Laba-Laba Saat Tidur
![[Bintang] Laba-laba](https://cdn1-a.production.images.static6.com/HopIE_HIu4PKun_BiyfmtC3eCjE=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1238496/original/089399500_1463648831-laba.jpg)
Banyak warganet di seluruh dunia 'termakan' mitos tentang
kemungkinan manusia tidak sengaja menelan laba-laba saat tertidur. Konon, hal
ini bisa terjadi hingga rata-rata delapan kali setiap tahunnya pada masyarakat
di kawasan sub-tropis.
Menurut Snopes.com, mitos ini dimulai ketika seorang
kolumnis majalah komputer menulis artikel pada 1993 tentang daftar fakta aneh
yang beredar melalui email.
Dalam upaya menunjukkan bahwa orang akan percaya apa pun
yang mereka baca secara online, kolumnis itu membuat beberapa fakta konyolnya
sendiri, termasuk mitos yang disebutkan di atas.
Kenyataannya, menurut NPMA, sangat tidak mungkin bagi
seseorang untuk menelan, atau sekadar mencium, laba-laba langsung saat tidur.
2. Manusia dan Laba-Laba Selalu Berjarak Satu Meter
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1038134/original/008754100_1446179586-fake-spider-web__techdigest.tv_.jpg)
Mitos ini berasal pada tahun 1995 ketika arachnologist
Norman Platnick menulis, "Di mana pun Anda duduk ketika Anda membaca
garis-garis ini, seekor laba-laba mungkin tidak lebih dari beberapa meter
jauhnya."
Dengan lebih dari 35.000 spesies laba-laba yang digambarkan
di seluruh dunia, dan sekitar 3.000 spesies di Amerika Utara saja, mungkin ada
beberapa kebenaran terhadap pernyataan tersebut.
Namun, banyak orang berpendapat bahwa itu tergantung di mana
Anda berada. Misalnya, jika sedang berdiri di daerah berumput, ada kemungkinan
seekor laba-laba merangkak di sebelah Anda.
Tetapi jika Anda berada di lantai atas gedung pencakar
langit, laba-laba terdekat bisa mencapai jarak ratusan meter.
3. Semua Laba-Laba Membuat Jaring
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1734599/original/059547500_1507605871-062150300_1498385017-widow-spider.jpg)
Banyak orang mengasosiasikan laba-laba dengan jaring, tetapi
kenyataannya tidak semua laba-laba memintal struktur sutra ini, yang digunakan
untuk menangkap mangsanya.
Bahkan, beberapa spesies laba-laba menggunakan strategi
berbeda untuk mendapatkan makanan. Laba-laba serigala misalnya, menangkap
makanan mereka dengan berburu layaknya mamalia bertaring.
4. Daddy Longlegs, Laba-Laba Paling Beracun
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1826553/original/053265100_1515574906-487274242.jpg)
Daddy longlegs adalah salah satu subyek legenda urban yang
membuat banyak orang ketakutan terhadap kehadiran laba-laba. Konon, racun yang
dimilikinya mampu membunuh manusia dalam waktu singkat.
"Tidak ada referensi bahwa laba-laba pholcid (nama
ilmiah daddy longlegs) menyebabkan reaksi maut pada manusia, karena taringnya
sangat pendek, sehingga sulit menembus jaringan kulit," jelas kelompok
arachnologist dari University of California.
"Selain itu, tidak ada bukti uji toksikologi yang
menyinggung bagaimana racun tersebut bereaksi dengan sistem jaringan tubuh
manusia."
5. Seluruh Laba-Laba Berbahaya
Laba-laba telah hidup di antara manusia selama berabad-abad,
dan sebagian besar spesiesnya tidak membahayakan.
Menariknya, banyak spesies laba-laba yang justru bermanfaat
bagi lingkungan, yakni sebagai predator untuk mengurangi jumlah hama penganggu.
Meski beberapa laba-laba memiliki gigitan berbisa, namun
hanya sedikit di antaranya terbukti berbahaya secara medis.
Di Amerika Serikat, laba-laba janda dan laba-laba pertapa
adalah contoh spesies yang menimbulkan ancaman kesehatan bagi manusia jika
terkena gigitannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar