:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2211863/original/000931300_1526277773-eurovision1.jpg)
Kabar utama di Israel pada akhir
pekan lalu bukanlah tentang serangan Iran yang menyasar Dataran Tinggi Golan,
atau rencana pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem, atau
bahkan tentang protes peringatan Hari Nakba yang akan dilakukan pada Selasa
esok.
Dikutip dari ABC News pada Senin
(14/5/2018), warga Israel justru tengah bersukacita merayakan kemenangan Netta
Barzilai, seorang penyanyi berusia 25, dalam ajang final Eurovision Song
Contest yang berlangsung di Lisabon, Portugal.
Netta berhasil memukau juri
dengan menyanyikan lagu berjudul "Toy", yang ia deskripsikan sebagai
lagu tema gerakan #MeToo.
Menariknya, lagu tersebut dibawakan Netta
sembari melakukan tari ayam (chicken dance) yang telah menjadi salah satu ciri
khasnya. Selain itu, ia juga tampil semarak dengan riasan dan pakaian penuh
warna, belasan penari latar, serta sorak sorai para pendukungnya.
"Terima kasih banyak karena
memilih yang berbeda," kata Netta saat mengucapkan pidato kemenangannya.
"Terima kasih banyak telah
menerima perbedaan di antara kita," lanjutnya disambut sorak sorai
penonton.
Dia menambahkan: "Ini adalah
lagu tema untuk semua orang, yang telah berjuang menjadi diri mereka sendiri,
berjuang melawan atasan mereka, pemerintah, dan kepada seseorang yang menginjak
mereka."
Sang talenta muda Israel berhasil
mendapat raihan angka 89 dari seluruh penilaian juri, dan juga hampir 70 persen
total pemungutan suara dari penonton.
Kali ini, kontes Eurovision
memasuki tahun penyelenggaraan ke-63, yang diikuti oleh perwakilan dari 43
negara di Eropa dan Timur Tengah.
Skema penilaian yang dilakukan
adalah menggabungkan pandangan juri dan hasil pemungutan suara (voting) via
internet.
PM Israel Tirukan Tari Ayam
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2037667/original/032420600_1522218131-Benjamin_Netanyahu_AFP_Jack_Guez.jpg)
Sementara itu di Tel Aviv, pada
akhir pekan lalu, para warga berkumpul d banyak lokasi publik untuk
bersama-sama menyaksikan malam final Eurovision Song Contest 2018.
Begitu Netta keluar sebagai
pemenang, para warga pun meluapkan suka cita dengan berpesta. Mereka juga
membanjiri linamasa berbagai media sosial dengan sanjungan dan unggahan penuh
rasa bangga terhadap penyanyi wanita bergaya eksentrik itu.
Mayoritas surat kabar setempat
memuat kemenangan Netta sebagai kepala berita di edisi hari Minggu, 13 Mei
2018.
Bahkan, di hari yang sama,
beberapa televisi lokal menayangkan aksi Perdana Menteri Israel, Benjamin
Netanyahu, yang menirukan gerakan tari ayam.
"Netta, Anda benar-benar
mengagumkan. Anda telah banyak menghormati keadaan Israel! Tahun depan di
Yerusalem!" ujar PM Netanyahu di hadapan sorot kamera televisi.
Sedikit menilik sejarah,
kontestan asal Israel terakhi kali menjuarai Eurovision pada 20 tahun silam,
yakni ketika seorang penyanyi wanita bernama Dana International, berhasil
menjadi juara setelah melantukan lagu berjudul "Diva".
Selanjutnya, ajang kompetisi
Eurovison 2019 akan digelar di Israel, mengikuti negara asal pemenang
tahunannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar