:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
Warren Buffet, Carlos Slim, dan banyak miliarder lainnya
tidak begitu saja meraih kekayaan, melainkan melalui kerja keras dan tata
kelola keuangan yang cermat.
Salah satu kebiasaan yang dilakukan para miliarder dalam
mengolah kekayaannya adalah melalui investasi.
Dikutip dari CNBC pada Senin (14/5/2018), para miliarder
membuat keputusan cerdas dalam berinvestasi, yang kemudian membantu mereka
membangun kekayaannya.
Kabar baiknya, jika hal itu bisa dilakukan oleh para
miliarder, maka Anda pun bisa turut mengaplikasikannya.
Meski begitu, harus tetap diingat bahwa investasi tidak
seratus persen menjamin seseorang menjadi kaya raya.
Namun, menurut mereka yang telah berpengalaman, selalu ada
cara untuk mengumpulkan pundi uang sebanyak-banyaknya.
Simak 'petuah' tata kelola investasi yang pernah dilakukan
oleh lima orang miliarder papan atas dunia berikut.
1. Warren Buffet :
Berinvestasi pada Perusahaan yang Anda Kenal
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1033931/original/002764000_1445919643-warren.jpg)
Buffet tinggal di rumah yang sudah dia tempati sejak 1958 di
Omaha, Nebraska. Rumah itu tidak memiliki pagar. (AFP)
Jika Anda menginvestasikan uang Anda di pasar saham, jangan
pernah berinvestasi dalam bisnis yang tidak dapat Anda paham.
Menurut Buffet, tetaplah bersama perusahaan dan industri
yang Anda kenal karena, pada akhirnya, "risiko datang tidak pernah
terduga."
2. Barbara Corcoran: Berinvestasi pada Pakaian
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2212402/original/023318800_1526292538-Barbara_Corcoran2-1024x685.jpg)
Ketika pengusaha real estate ini pertama kali menyewakan
apartemennya pada 1973, ia berhasil mengumpulkan cek komisi hingga US$ 360,
atau setara Rp 5 juta.
Kala itu, ia langsung membelanjakan sebagian besar pencairan
cek tersebut ke Bergdorf Goodman, yakni salah satu department store paling
mewah di kota New York.
Ia membeli dua potong mantel, yang kemudian menjadi
penunjang penampilannya selama bertahun-tahun ketika bertemu dengan begitu
banyak klien multi-profil.
"Katakanlah setiap tahunnya, luangkan waktu dua atau
tiga kali untuk membeli pakaian berkualitas, yang bisa Anda gunakan
berkali-kali di kesempatan khusus, yang menuntut penampilan berestetika,"
saran Corcoran.
3. David Bach: Investasi Properti
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2212405/original/099577600_1526292687-david-bach-2.jpg)
Miliarder teknologi yang juga dikenal sebagai penasihat
keuangan kenamaan dunia ini, sangat menyarankan untuk berinvestasi pada sektor
poperti.
Menurutnya, tidak masalah jika properti pertama yang dibeli
tidak lebih dari rumah mungil di pinggiran kota. Asalkan dirawat dengan baik,
properti akan tetap menjadi hal yang seksi untuk dijadikan investasi.
Bach juga menyebut bahwa pemilik rumah rata-rata 38 kali
lebih kaya daripada mereka yang menyewa properti.
4. Richard Branson: Menciptakan Jejaring Luas
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1286955/original/063594100_1468388303-a.jpg)
"Kunci sukses dalam berbisnis adalah tentang orang,
orang, dan orang," tulis miliarder asal Inggris itu di blog pribadinya.
"Seharusnya tanpa perlu mengatakan, jika Anda menjaga
orang-orang dan pelanggan Anda, maka keuntungan Anda akan dihargai juga."
Pemilik Virgin Group itu juga mengatakan bahwa ada dua kunci
utama untuk mendukung terciptanya jejaring luas, yakni memperhatikan dan
menjadi pendengar yang baik.
5. Mark Cuban: Segera Bayat Utang yang Tersisa
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/961529/original/015591500_1440068192-Mark-Cuban_Dallas-Mavericks_HD_768x432-16x9.jpg)
"Investasi terbaik yang dapat dilakukan oleh banyak
orang adalah melunasi utang Anda," kata miliarder yang juga memiliki klub
Denver Mavericks di liga basket NBA itu.
"Berapa pun suku bunga yang Anda miliki, jika Anda
membayarnya, maka akan menghasilkan persentase pengembalian langsung, yang jauh
lebih aman daripada mencoba mengambil saham, atau mencoba memilih real estate,
atau apa pun itu," lanjutnya menjelaskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar