:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1211550/original/049274500_1461300879-_1__earth1_20160418_NASA__VIA_WIKIMEDIA_COMMONS.jpg)
Ketika berbicara tentang Bumi sebagai tempat tinggal
manusia, banyak dari kita seakan telah mengenalnya secara dekat.
Di pelajaran sekolah, kita mengenal Bumi berbentuk bulat,
dan memiliki atmosfer yang cocok untuk makhluk hidup berkembang biak.
pada Jumat (11/5/2018), tidak semua hal yang kita ketahui
tentang Bumi adalah sesuai dengan fakta di lapangan.
Sebagai contoh, kita menyebut Bumi sebagai planet biru,
meski para ilmuwan percaya bahwa visualnya tidak benar-benar selalu seperti
itu.
Ada kalanya Bumi berubah warna menjadi agak kehijauan, dan
terkadang kelabu, ketika dilihat dari ruang angkasa. Perubahan warna itu
berasal dari perubahan kondisi cuaca yang mencakup wilayah luas di permukaan
Bumi.
Berikut adalah sembilan fakta tentang Bumi yang tidak pernah
diajarkan di sekolah.
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1855439/original/031948100_1517478483-article-2545465-1AFF712600000578-636_634x326.jpg)
1. Bulan Bisa Menjadi Bagian dari Bumi
Saat ini, para ilmuwan menganggap bahwa terbentuknya Bulan
adalah karena tabrakan planet dengan objek besar lainnya. Tabrakan itu
mengakibatkan terbelahnya sepotong kecil Bumi, yang kemudian menjadi
satelitnya.
2. Berubahnya Medan Magnet Bumi
Kita terbiasa melihat medan magnet bumi kita sebagai sesuatu
yang konstan. Namun, itu sebenarnya terus berubah.
Menurut penelitian ilmiah, medan magnet telah bergerak
sekitar 600 mil sejak abad ke-19, dan pusatnya berada di belahan bumi selatan,
yakni terletak di atas Samudera Hindia.
Tahun demi tahun kecepatan gerakannya meningkat hingga
mencapai puncaknya. Setelah itu, gerak perpindahan medan magnet akan melambat
lagi.
3. Gravitasi Aneh
Karena kenyataan bahwa Bumi tidak bulat sempurna, maka
massanya tidak merata. Perbedaan massa tersebut menyebabkan fluktuasi gravitasi
di berbagai tempat di Bumi.
Salah satu bukti anomali ini terjadi Teluk Hudson, Kanada,
ketika gravitasi di sana lebih rendah daripada di tempat lain.
Kemungkinan Bulan Tambahan
4. Bumi Kemungkinan Memiliki Dua Bulan
Beberapa ilmuwan percaya bahwa planet kita memiliki satelit
kedua. Menurut penelitian, ada benda kosmik lain yang berputar mengelilingi
Bumi. Namun, itu tidak selalu merupakan objek yang sama, tetapi lebih kepada,
satelit sementara.
Dipercaya bahwa medan gravitasi Bumi terkadang menarik
asteroid yang cukup besar, dan mereka terus mengikuti planet kita untuk
beberapa waktu (sekitar 3 putaran) sebelum pergi mengembara dalam luasnya ruang
angkasa.
5. Gempa di Bulan
Gempa di Bulan bukanlah fantasi ilmiah. Namun, hal itu tidak
terjadi sesering yang terjadi di planet kita, dan biasanya memiliki pusat
gempat yang sangat dalam, lebih dekat ke inti satelit. Para ilmuwan percaya,
hal ini disebabkan oleh daya tarik matahari dan Bumi.
6. Emas Tersembunyi
Jika seluruh kandungan emas digali, maka jumlah totalnya
akan menutupi seluruh permukaan Bumi dengan lapisan setinggi 1,6 kaki, atau
setara 0,4 meter.
Zaman Es Mini
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1503265/original/093370400_1486709476-20170210-Salju-AS-AFP2.jpg)
7. Bumi Berwarna Ungu
Seorang ilmuwan di University od Maryland mengira bahwa
beberapa waktu yang lalu planet kita berwarna ungu.
Mikroba purba dapat menggunakan molekul lain untuk memproses
sinar matahari, bukan klorofil. Molekul-molekul ini dapat memberi mikroba warna
ungu, oleh karena itu, menurutnya, semua planet mungkin pernah berwarna ungu,
temasuk Bumi.
8. Zaman Es Mini Kemungkinan Terjadi pada 2019
Matahari memiliki bintik yang tersebar di permukaannya,
menunjukkan bahwa bintang ini sedang dalam fase aktif.
Namun karena alasan yang tidak diketahui, terkadang bintik
tersebut mulai menghilang, meninggalkan permukaan Matahari yang halus dan
kosong. Hal itu sudah terjadi pada Abad ke-15, ketika fenomena yang disebut
Little Ice Age itu, menyebabkan perubahan iklim besar di wilayah Islandia dan
Finlandia saat ini.
Kala itu, Viking harus meninggalkan Greenland karena berubah
menjadi wilayah dengan suhu yang sangat rendah. The Little Ice Age berlangsung
selama beberapa kali hingga akhir Abad ke-19.
Saat ini, para ilmuwan mulai memperhatikan kecenderungan
yang sama pada Matahari dan percaya bahwa bintang akan memasuki fase dingin,
yang akan menghasilkan Zaman Es Mini lainnya di Bumi pada 2019.
9. Ilmuwan Menemukan Planet Lain yang Bisa Dihuni
HD 904790 adalah nama planet yang mungkin akan dihuni oleh
manusia di masa depan. Planet ini terletak di galaksi Bimasakti yang sama
dengan Bumi, dan memiliki sejumlah fitur luar biasa seperti atmosfer, iklim,
sumber daya alam dan bahkan memiliki air tawar.
Menurut perhitungan para astronom, diperlukan waktu 300.000
tahun cahaya untuk mencapai HD 904790.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar