Seorang perempuan yang membawa seekor burung merak
peliharaan, ditolak untuk check-in dan naik ke pesawat di sebuah bandara di New
Jersey, Amerika Serikat pada 27 Januari 2018, meski unggas itu memiliki tiket
penerbangannya sendiri -- dibelikan oleh majikannya.
Sang majikan pun mengklaim punya alasan yang cukup kuat
membawa peliharaannya itu untuk terbang bersamanya.
Perempuan itu beralasan bahwa burung merak tersebut adalah
'emotional support animal' miliknya, yang, tak hanya berperan sebagai hewan
peliharaan, namun juga sebagai terapi alternatif gejala medis yang diidapnya.
Meski sudah menyampaikan alasan tersebut, Ventiko -- nama
panggilan perempuan itu -- tetap ditolak untuk menaiki pesawat oleh pihak
maskapai United Airlines.
Beberapa maskapai di AS memang diketahui mengizinkan
penumpangnya yang berkebutuhan khusus untuk terbang bersama hewan peliharaannya
-- seperti para difabel yang didampingi oleh anjing pemandu.
Namun, pihak maskapai mewajibkan agar para calon penumpang
tersebut menunjukkan dokumen resmi dari petugas medis yang berlisensi sebagai
salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum terbang.
Tak jelas apakah Ventiko memiliki dan menunjukkan dokumen
resmi dari petugas berlisensi kepada pihak United Airlines saat hendak
melakukan check-in. Begitu juga jenis gejala medis yang diidap oleh Ventiko.
Di sisi lain, merespons kejadian itu, pihak United Airlines
berargumen bahwa burung merak yang dibawa oleh Ventiko 'tidak sesuai dengan
ukuran dan berat baku yang ditetapkan oleh pihak maskapai'.
Pihak United Airlines juga menjelaskan bahwa peraturan itu
pun bahkan telah disampaikan kepada Ventiko jauh sebelum perempuan itu tiba di bandara.
Meski begitu, bertolak dari kejadian tersebut, pihak United
Airlines menyatakan bahwa mereka tetap akan mengkaji kembali kebijakan maskapai
mengenai aturan penumpang yang membawa hewan untuk kebutuhan khusus.
Sedangkan Ventiko dan burung merak itu diketahui beralih
moda transportasi ke mobil setelah ditolak terbang oleh maskapai United
Airlines. Destinasi yang hendak dituju oleh Ventiko diketahui adalah Oklahoma,
Amerika Serikat.
Aksi Publisitas Semata?
Dalam sejumlah foto yang diunggah oleh program talk show
travel AS The Jet Set ke laman Facebook mereka, insiden burung merak itu memicu
komentar dari berbagai netizen.
Ada yang berpendapat bahwa seharusnya pihak United Airlines
mengizinkan Ventiko untuk terbang membawa hewan peliharaannya, mengingat
kondisi medis yang dialaminya.
Di sisi lain, sejumlah netizen berpendapat bahwa insiden
tersebut mengada-ada, bahwa Ventiko sebenarnya tidak mengidap gejala medis
apapun dan ia melakukannya hanya demi aksi publisitas semata.
Salah seorang netizen lain tampak mengafirmasi pendapat di
atas dengan mengunggah sebuah foto dan akun Instagram yang menunjukkan Ventiko
tengah berpose dengan burung merak tersebut.
Diketahui bahwa Ventiko adalah seorang seniman dan model
yang kerap memanfaatkan burung merak itu sebagai salah satu subjek piguran pada
sejumlah sesi pemotretan pada 2014.
Ventiko memberi identitas burung merak itu dengan nama
Dexter the Peacock. Bahkan, burung merak itu memiliki akun Instagram sendiri,
@dexterthepeacock.
Setelah mengetahui hal itu, netizen lain mulai melontarkan
komentar yang lebih keras, dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh
Ventiko adalah sebuah 'penghinaan terhadap orang berkebutuhan khusus yang
benar-benar memerlukan hewan pendamping.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar