Para orang tua di Rawlett School. sebuah sekolah dasar di
kota Straffordshire, Inggri, menganggap konyol aturan yang melarang siswanya
memiliki panjang kuku jari tangan lebih dari 1,5 cm. Namun, pihak sekolah
mengklaim aturan tersebut dibuat berdasarkan hasil rapat dengan orang tua
siswa.
pada Selasa (30/1/2018), selain tentang aturan panjang kuku,
pengelola sekolah terkait juga menetapkan kebijakan baru mengenai seragam
siswa.
Siswa laki-laki diwajibkan mengenakan celana panjang abu-abu
yang dipadukan dengan blazer resmi sekolah. Sementara siswa perempuan tidak
boleh mengenakan rok di atas lutut, tidak boleh mengenakan riasan mencolok, dan
tidak boleh menata rambut secara ekstrem.
Begitu pentingya persoalan panjang kuku, sampai-sampai pihak
sekolah tersebut turut mengatur bentuk potongan kukunya. Siswa diwajibkan
memotong ujung kuku membulat dengan ukuran setengah diameter 5 mm.
Pihak sekolah berkilah bahwa aturan itu dimaksudkan untuk
melatih kedisiplinan siswa, sekaligus mendorongnya lebih peka terhadap
pentingnya menjaga kesehatan.
"Kuku adalah salah satu bagian tubuh yang sangat rentan
menjadi sumber masuknya penyakit, yang juga berisiko ganggu fokus belajar
siswa," jelas kepada sekolah terkait, Tim Basset, kepada media.
Berdampak pada Kondisi Emosional Siswa
Banyak orang tua siswa memprotes peraturan tersebut, dan
menyebutknya tidak masuk akal.
"Saya tidak menyoal tentang aturan kebersihan dan
kedisiplinan pada siswa. Tapi, apa urgensinya mewajibkan siswa memiliki panjang
kuku yang seragam? Apakah hal tersebut dapat membuat siswa menjadi lebih
pintar?" protes Ann Dunenham, salah satu orang tus siswa.
Ann merasa sekolah tersebut sudah terlalu jauh mengurusi
hal-hal di luar wewenangnya sebagai tempat menuntut ilmu.
Protes serupa juga disampaikan oleh Janine Edmunds, salah
seorang wali siswa lainnya. Menurut Janine, peraturan tersebut justru akan
berdampak pada kondisi emosional siswa.
"Bukan tidak mungkin siswa akan merasa bosan, dan
bahkan tidak betah, untuk melanjutkan sekolah. Bisa saja mereka akan merasa
kurang bergairah dalam belajar karena telah terlebih dahulu dituntut oleh
banyak peraturan," ujar Janine.
Bukan hanya Rawlett School saja yang menetapkan aturan
berlebihan terhadap siswanya. Beberapa sekolah lain di Inggris, terutama
sekolajh swasta, juga mulai menetapkan aturan serupa, mengurusi dengan detail
penampilan siswanya, dengan alasan sebagai bagian dari latihan kedisiplinan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar