Seorang pria tengah menjadi pembicaraan warga oleh kota
Sydney karena penampilannya pakaian kantornya yang unik, yakni menggabungkan
setelan jas dengan sepasang sepatu berhak tinggi.
Ashley Maxwell-Lam, nama pria tersebut, merupakan seorang
bankir muda yang bekerja di pusat bisnis kota Sydney. Tampilannya fisiknya
rapi, seperti pria metropolitan pada umumnya.
Khalayak akan menilai penampilan Ashley layaknya pekerja
kantoran pada umumnya, mengenakan setelan formal berdasi dengan wajah serta
rambut yang ditata klimis.
Namun, ketika melirik ke arah kedua kakinya, banyak orang
dipastikan mengenyitkan dahi. Ashley dengan bangga mengenakan sepatu berhak
tinggi ke kantor, dan bahkan kerap bergonta-ganti model setiap beberapa hari
sekali.
"Suatu keputusan yang berani! Tidak ada satu pun yang
membayangkan seorang pria dengan tinggi 6 kaki, berjalan mengenakan sepatu
stiletto setinggi 6 inci," uajr Ashley bangga.
Menurutnya, penampilan tersebut bukan ditujukan untuk acara
amal, dan bukan pula persiapan menuju Mardi Gars, pawai budaya kontemporer
tahunan di Australia.
"Ini adalah pakaian kerja saya setiap harinya,"
jelas Ashley. "Atasan saya menyetujui, dan saya merasa sangat berterima
kasih padanya."
Maxwell-Lam, yang merupakan seorang manajer proyek pada
sebuah bank ternama, mengaku telah mengenakan sepatu berhak tinggi sejak hampir
setahun lalu. Pandangan sinis dan bahkan ejekan, sudah tidak lagi digubrisnya.
Menurutnya, ia menunjukkan dirinya apa adanya, dan merasa
bersyukur hal itu -- beserta orang-orang yang sepaham dengannya -- mendapat
jaminan kebebasan berekspresi yang sangat besar dari pemerintah negara bagian
New South Wales.
"Saya mengenakan sepatu hak tinggi karena saya memang
menyukainya," tegas Ashley. "Saya tidak ingin menjadi wanita. Saya
tetap seorang pria, namun menyukai berjalan dengan sepatu cantik."
Dukungan Penuh Mendiang Sang Ayah
Ashley yang kini berusia 30, sebelumnya tinggal di negara
bagian Queensland di timur Australia. Ia pindah ke Kota Sydney sejak kepergian
sang ayah pada akhir 2016 lalu.
"Satu hal yang dikatakan terakhir kali oleh ayah saya
adalah, 'Kamu terlihat kehilangan banyak momen berarti di hidupmu, dan mengapa
kamu tidak pindah ke Sydney bersama orang-orang sepertimu.' Ia tahu, saya
penyuka sesama jenis, dan saran tersebut adalah bentuk dukungan terbesarnya
pada saya," cerita Ashley.
Ketika pindah ke Sydney, ia melihat sebuah tayangan di salah
satu stasiun televisi berbayar, yang menampikan Yanis Marshall, Arnauld dan
Mehdi, sekelompok trio penari pria asal Prancis yang gemar mengenakan sepatu
berhak tinggi.
"Mereka mengsinpirasi saya, selain cerita teman wanita
saya di kantor yang mengaku merasa sangat bersemangat ketika mengenakan sepatu
berhak tinggi," tukasnya.
Kini, Ashley memiliki sembilan pasang sepatu berhak tinggi
di rak sepatunya. Empat dalam potongan formal untuk bekerja, dan lima buah
lainnya bergaya kasual untuk berpergian santai.
"Keputusan saya tidak mudah diterima oleh banyak orang,
termasuk oleh mereka yang menganut paham seksual seperti saya. Namun karena
saya merasa percaya diri, dan tidak mengganggu kehidupan orang lain, mengapa
tidak?" tukas Ashley.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar